Social Icons

Senin, 27 Agustus 2012

Terjaring Razia, Pembawa Senpi FN Ngamuk


///Nyaris Terjadi Tembak-tembakan

PALEMBANG.PE - Sewaktu di razia polisi di Simpang Bandara Internasional Sultan Mahmmud Badaruddin II Palembang, pada Minggu (26/8) sekitar pukul 00.30 WIB, Kgs Muhammad Juni (49), warga Jalan Pangeran Ayin, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin ini, malah mengamuk dan hendak menembakan Senjata Api (Senpi) jenis FN, yang dibawanya.

Beruntungnya anggota Polsekta Sukarami yang berada di lokasi razia langsung memeluk tubuh tersangka yang besar namun dalam kondisi mabuk berat itu. Begitu dipeluk ternyata tempat magazine Senjata Api (Senpi) jenis FN 45 Standar TNI berpeluru tajam degan empat butir amunisi, sehingga tidak berhasil diletusakan.
      Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Trie Aprianto diampingi Kanit Reskrim, Iptu Hanys Pamungkas Subadrio membenarkan adanya penangkapan pria pembawa senpi standar TNI. Saat itu pihaknya sedang menggelar razia rutin di simpang bandara SMB II Jalan Tanjung Api-api. 
"Waktu itu melintaslah kendaraan tersangka yakni Dahaitsu Xenia warna merah. Lalu anggota kita menghentikannya dengan tujuan memeriksa surat-surat kendaraan,” kata Trie saat ditemui Mapolsekta Sukarami, kemarin (27/8).
      Begitu diperiksa anggotanya yang berpakaian dinas, terangnya, ternyata tersangka tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga anggotanya menyuruhnya turun dan menuju meja pembuatan surat tilang.
      ”Saat berjalan menuju meja itu, anggota curiga melihat tersangka yang jalan seperti orang ketakutan. Lalu anggota kita, termasuk saya mendekatinya untuk diperiksa. Waktu kita sedang mengeledah tubuhnya, tiba-tiba tersangka tidak mau digeledah dan mengatakan tidak tahan lagi mau buang air besar. Kami tambah curiga ada apa tersangka menolak digeledah,” terang Trie.
Akhirnya, terjadi pegulatan antara anggotanya dengan tersangka. Saat digeledah tersangka mencoba berontak sambil membuang air besar di lokasi kejadian. Begitu hendak diamankan dan borgol, tersangka malah melemparkan hajatnya ke arah petugas. 
      "Ketika anggota kita mendekat kembali, tiba-tiba tersangka langsung mencabut senjata FN itu dari pinggang belakang kanannya dan hendak mengokangnya lalu diarahkannya ke anggota saya. Untung anggota saya yang berada persis dibelakang tersangka langsung memeluk tubuh tersangka dan terjadilah pergulatan. Hingga tempat magazine senpi FN berisi empat butir peluru tajam itu terjatuh,” jelasnya.
      Tak hanya itu, kata Trie, karena pengaruh obat keras dan bawaan mabuk, tersangka masih berontak saat hendak diborgol dan dibawa ke Mapolsekta Sukarami. Tangan tersangka baru bisa diborgol setekah Kanit Reskrim bersama empat anggotanya melumpuhkan tersangka dengan tangan kosong.
"Setelah berhasil kita lumpuhkan tersangka langsung kita bawa ke Mapolsekta Sukaramiuntuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yakni membawa senjata api dan melawan petugas,” tegas Trie.
      Sementara tersangka Juni mengaku, jika senpi jenis FN standar TNI yang dibawanya bukan miliknya, melainkan milik temannya anggota TNI AD yang sudah almarhum yakni Sertu Zulkarnain dan telah meninggal sejak 1995 lalu.
      "Waktu itu aku jadi bos kayu dengan memiliki kapal pembawa kayu. Karena waktu tahun itu masih rawan aksi kriminalitas di daerah Banyuasin dan Muba, lalu aku minta bantuan pengawalan anggota TNI dengan Pak Danrem dan saat itu dijabat Letkol Safarudin. Permintaan aku dikabulkan, dan ditugaskanlah Sertu Zulkarnain mengawal kapal kayu punya aku,” ucap tersangka Juni.
Dengan bermodalkan senpi jenis FN dan laras panjang standar TNI, terangnya, almarhum Sertu Zulkarnain mengawal kapal kayu miliknya. Namun, dalam perjalanan kapal, almarhum Sertu Zulkarnain sakit dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. 
      "Nah dalam perjalanan ke rumah sakit itulah aku mengatakan dengan almarhum Sertu Zulkarnain, senpinya tertinggal di kapal. Lalu almarhum bilang yang besar kembalikan, kalau yang kecil pegang dulu saja. Besoknya aku dapat kabar kalau Sertu Zulkarnain meninggal dunia,” bebernya.
Semenjak itulah, lanjutnya, senpi jenis FN milik almarhum Zulkarnain dipeganganya dan memang dirinya tidak memiliki niat untuk mengembalikannya, karena bingung caranya. 
      ”Jadi aku pegang saja senpi itu sampai sekarang. Senpi itu juga selalu aku bawa kalau keluar malam atau ada urusan kerja. Tapi tidak pernah aku pakai untuk aksi kriminalitas,” tukas Juni. JOE

0 komentar:

Poskan Komentar

Populares